f Materi Transpor Pada Hewan | Biologi

Materi Transpor Pada Hewan

STANDAR KOMPETENSI :

Siswa mampu menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan/penyakit yang mungkin terjadi serta implikasinya pada salingtemas.

KOMPETENSI DASAR :

Siswa mampu menjelaskan mekanis-me pertahan-an tubuh terhadap benda asing berupa antigen dan bibit penyakit.

Apa yang akan dipelajari ?

  1. Sistem Transportasi pada hewan meliputi difusi, peredaran darah terbuka, peredaran darah tertutup
  2. Sistem Transportasi pada manuaia mempunyai persamaan dengan system transportasi pada mamalia yang lain
  3. Darah terdiri dari plasma darah dan sel-sel darah
  4. Plasma darah mengandung berbagai macam zat organic dan an organic
  5. Sel darah terdiri: erytrocit, leukosit dan trombosit
  6. Antigen, benda asing yang masuk dalam tubuh perlu dikenali dan dihancurkan. Antibodi,
  7. Mekanisme pertahanan tubuh.

PENDAHULUAN

A.  Sistem Peredaran Drah pada Hewan

Untuk melangsungkan kehidupan hewan dan manusia melakukan  aktifitas salah satunya adalah sistem transportasi atau sistem sirkulasi yang berfungsi yang berfungsi untuk mengangkut zat-zat didalam tubuh, Sistem sirkulasi pada hewan dibedakan menjadi 3, yaitu :

a. Sistem difusi : terjadi pada avertebrata rendah seperti paramecium, amoeba maupun hydra belum mempunyai sistem sirkulasi berupa jantung dengan salurannya yang merupakan jalan untuk peredaran makanan. Makanan umumnya beredar keseluruh tubuh karena adanya aliran protoplasma.

1. Porifera

Belum memiliki sistem sirkulasi khusus, tubuhnya terdiri atas dua lapisan sel, lapisan dalam terdiri atas sel-sel yang disebut koanosit. Koanosit berfungsi menangkap makanan secara fagosit yang selanjutnya disebarkan keseluruh tubuh olehamoebosit.

Gambar 5.1 Sistem tranportasi pada Porifera

2. Hydra

Pada dinding sebelah dalam dari tubuh Hydra berfungsi sebagai pencerna dan juga berfungsi sebagai sirkulasi.

Gambar 5.2.  Sistem tranportasi pada Hydra

a. Sistem peredaran darah terbuka : jika dalam peredaran-nya darah tidak selalu berada di dalam pembuluh. Misal : Arthropoda

Memiliki sistem peredaran darah terbuka. Jantung disebut jantung pembuluh. Darah dan cairan tubuh serangga disebut hemolimfa.

Arah aliran darah :

Bila jantung pembuluh berdenyut maka hemolimfe mengalir melalui arteri ke rongga tubuh à jaringan tubuh tanpa melalui kapiler à jantung pembuluh melalui ostium.

Fungsi hemolimfa adalah mengedarkan zat makanan ke sel-sel. Hemolimfe tidak mengandung haemoglobin sehingga tidak mengikat oksigen dan darah tidak berwarna merah. O2 dan CO2 diedarkan melalui sistem trakea.

Gambar 5.3.  Sistem tranportasi pada Insekta

b. Sistem peredaran darah tertutup : jika dalam peredaran-nya darah selalu berada di dalam pembuluh. Misal : Annelida, Mollusca, Vertebrata.

Annelida

Memiliki sistem peredaran darah tertutup, yang terdiri dari pembuluh darah dorsal, pembuluh darah ventral dan lima pasang lengkung aorta yang berfungsi sebagai jantung,  misal pada cacing tanah (Pheretima).

Arah aliran darah :

Lengkung aorta à pembuluh ventral à kapiler (seluruh jaringa tubuh) à pembuluh dorsal à lengkung aorta (pembuluh jantung).

Oksigen diabsorbsi melalui kulit dan dibawa pembuluh kapiler menuju ke pembuluh dorsal. Pertukaran darah terjadi paad kapiler. Darah cacing tanah mengandung haemoglobin yang terlarut dalam cairan darahnya.

Gambar 5.4.  Sistem tranportasi pada Cacing 

d. Mollusca

Memiliki sistem peredaran darah tertutup. Jantung pada hewan ini sudah terdapat atrium (serambi) dan ventrikel (bilik) serta terdapat pembuluh darah vena dan arteri, misal pada keong (Pila globosa).

Gambar 5.5.  Sistem tranportasi pada Molusca

Sistem Peredaran Darah pada HewanBertulang belakang (, Vertebrata )

1. Pisces

Jantung ikan terdiri :

- 2 ruang : meliputi 1 atrium (serambi) dan 1 ventrikel (bilik)

- Sinus venosus : yang menerima darah dari vena kardinalis anterior dan vena kardinalis posterior.

Arah aliran darah :

Darah dari jantung keluar melalui aorta ventral menuju insang. Di insang aorta bercabang menjadi arteri brankial dan akhirnya menjadi kapiler-kapiler (terjadi pertukaran gas yaitu pelepasan CO2 dan pengambilan O2 dari air. Dari kapiler insang darah mengalir ke aorta dorsal, kemudian ke kapiler seluruh tubuh untuk memberikan O2 dan sari makanan serta mengikat CO2 . Selanjutnya darah kembali ke jantung melalui vena kardinalis anterior dan vena kardinalis posterior.

Peredaran ikan termasuk peredaran darah tunggal (dalam satu kali peredarannya, darah melalui jantung satu kali).

Gambar 5.6.  Sistem tranportasi pada Pisces

2. Amphibia

Jantung katak terdiri :

- 3 ruang : 2 atrium dan 1 ventrikel

- Sinus venosus : menampung darah dari pembuluh

besar yang akan masuk ke atrium kanan.

Arah aliran darah :

Darah yang kaya O2 dari paru-paru dan kulit masuk ke atrium kiri. Darah yang miskin O2 masuk ke atrium kanan dengan perantaraan sinus venosus. Dari atrium darah masuk ke ventrikel sehingga terjadi percampuran darah yang kaya O2 dan darah yang miskin O2 . Dari ventrikel darah yang kaya O2 dipompa ke jaringan tubuh dan pada saat darah yang miskin O2 dialirkan ke paru-paru ke kulit untuk memperoleh O2.

Peredaran darah katak termasuk peredaran darah ganda (dalam satu kali peredarannya, darah melewati jantung 2 kali).

Gambar 5.7.  Sistem tranportasi pada Amphibia

3. Reptilia

Jantung reptilia terbagi menjadi 4 ruang, yaitu :

- 2 atrium : – 1 atrium dekster (serambi kanan)

- 1 atrium sinister (serambi kiri)

- 2 ventrikel : – 1 ventrikel dekster (bilik kanan)

- 1 ventrikel sinister (bilik kiri)

Sekat di antara ventrikel kiri dan ventrikel kanan belum sempurna.

Peredaran darah reptilia merupakan peredaran darah ganda.

Pada buaya, sekat ventrikel terdapat suatu lobang yang disebut foramen panizzaeyang memungkinkan pemberian O2 ke alat pencernaan dan untuk keseimbangan tekanan dalam jantung sewaktu penyelam di air.

Gambar 5.8.  Sistem tranportasi pada Reptilia

4. Aves

Jantung aves terbagi menjadi 4 ruang, yaitu :

- 2 atrium : – 1 atrium dekster (serambi kanan)

- 1 atrium sinister (serambi kiri)

- 2 ventrikel : – 1 ventrikel dekster (bilik kanan)

- 1 ventrikel sinister (bilik kiri)

Sekat di antara ventrikel kiri dan ventrikel kanan sempurna sehingga tidak terjadi percampuran darah yang kaya O2 dan yang miskin O2 . Peredaran darah reptilia merupakan peredaran darah ganda.

Gambar 5.9.  Sistem tranportasi pada Aves

B. Sistem Peredaran Darah Pada Manusia

Dalam diri seorang manusia terdapat suatu cairan yang dinamakan darah, pada dalam diri manusia Sistem peredaran darah merupakan alat suatu sistem transportasi yang berfungsi untuk mengedarkan oksigen serta zat makanan ke dalam seluruh lapisan sel tubuh manusia serta dapat juga mengangkut karbon dioksida dan zat sisa ke dalam suatu organ pengeluaran. Dalam suatu Sistem peredaran darah manusia, ternyata dapat terbagi menjadi tiga yaitu masing-masing terdiri dari darah, jantung, dan pembuluh darah.

Darah juga mempunyai fungsi yang baik dalam tubuh manusia yaitu untuk:

1. mengangkut zat makanan serta mengangkut zat metabolisme juga,

2. mengedarkan hormon kedalam seluruh lapisan tubuh manusia

3. menjaga suhu tubuh agar tetap stabil,

4. melakukan pembekuan darah yang mana tu kan diperlukan , serta

5. membunuh kuman-kuman penyakit penyebab terjadinya infeksi.

Plasma Darah

Dalam diri manusia selain tedapat darah ternyata dalam diri manusia juga terdapat plasma darah, Plasma darah ini merupakn zat anti bodi bagi manusia. Plasma darah juga punya cirri umum yaitu plasma darah merupakan cairan darah yang punya warna merah kekuningan. Karena Plasma darah ini  tersusun dari 90%air dan protein terlarut (alBumin,gloBumin, dan fibrinogen). Apabila plasma darah diambil fibrinogennya maka yang akan tersisa adalah suatu cairan yang berwarna kuning yang biasa dinamakan serum. Dan Di dalam serum inilah, terdapat  suatu zat yaitu zat antibodi.

Gambar 5.10 Komponen darah: plasma darah dan sel-sel darah.

D. Sel Darah Merah (Eritrosit)

Bentuk sel darah merah itu bentuknya bulat, bikonkaf, nggak berinti, dindingnya pun elastis, serta fleksibel. Ternyata Sel darah merah ini hanya dapat mampu hidup selama 120 hari lho…..

Sel darah merah itu mengandung hemoglobin yang bisa menyebabkan darah ini berwarna merah. Hemoglobin ini mempunyai fungsi yaitu untuk mengikat oksigen serta mengedarkannya ke dalam seluruh lapisan sel tubuh manusia. Sel darah merah ini dibentuknya  pada sumsum tulang merah yang letaknya itu di dalam tulang pipih dan tulang pendek.

Gambar 5.11.  Sel Darah Merah (Eritrosit)

Sel Darah Putih (Leukosit)

Dalam diri manusia tidak hanya terdapat sel darah merah saja tetapi terdapat pula juga sel darah putih atau dikenal dengan leukosit. Fungsi leukosit atau sel darah putih ini adalah untuk melindungi tubuh terhadap kuman-kuman penyakit yang menyerang tubuh kita dengan cara memakan kuman-kuman penyakit tersebut (fagosit). Lekosit memiliki ciri-ciri yaitu : nggak berwarna (bening), bentuknya pun nggak tetap, berinti, serta ukurannya pun lebih besar dari pada sel darah merah.

Berdasarkan bentuknya,sel darah putih atau leukosit terbagi menjadi 4 yaitu sebagai berikut:

1. Neutrofil punya fungsi yaitu sebagai fagositosis serta memiliki bintik kebiruan.

2. Eosinofil mempunyai bintik berwarna merah.

3. Basofil mempunyai granula berwarna biru.

4. Monosit memilki inti sel yang besar serta berbentuk bulat atau bulat panjang.

5. Limfosit memiliki inti dengan bentuk hampir bundar.

Gambar 5.12.  Sel Darah Putih (Leukosit)

Trombosit (Keping darah)

Dalam sistem perdaran darah manusia Keping darah lah yang punya ukuran yang paling kecil dengan yang lainya , bentuknya pun nggak teratur,serta tidak memiliki inti sel. Trombosit dibuatnya di dalam sumsum merah pada tulang pipih dan tulang pendek. Berikut ini bagan proses pembekuan darah.

Gambar 5.13.  Skema Pembekuan darah

Jantung

Dalam diri manusia terdapa bagian tubuh yang gunanya untuk memompa darah  yaitu jantung. Jantung itu letaknya terletak di rongga dada sebelah kiri. Dinding jantung dilapisi oleh lapisan pembungkus jantung (pericardium). Ternyata Jantung dapa dibagi menjadi 4 ruang, yaitu serambi kanan dan kiri serta bilik kanan dan kiri.

1. Atrium (serambi)

Atrium atau serambi dapat terbagi menjadi dua bagian, yaitu kanan dan kiri.

Dalam Atrium atau serambi kanan merupakan ruangan tempat masuknya darah

dari pembuluh balik atau pembuluh vena, yaitu vena kava superior dan vena kavam inferior yang banyak mengandung C02.

Atrium kiri menerima darah, dan darah tersebut berasal dari paru-paru yang

banyak mengandung 02.

2.  Ventrikel (bilik)

a. Ventrikel atau bilik kanan menerima darah dari atrium kanan untuk dipompakan ke paru-paru melalui arteri pulmonalis.

b Ventrikel atau bilik kiri mempunyai otot yang 3-4 kali lebih tebal dibanding ventrikel kanan sehingga dapat memompa lebih kuat. Ventrikel atau bilik  kiri menerima darah kaya’02 dari atrium kiri, kemudian diedarkan ke seluruh tubuh melalu’i aorta.

Berikut ini cara kerja jantung.

Darah dari paru-paru -> masuk ke serambi kiri -> diteruskan ke bilik kiri -> dipompa keluar jantung menuju ke seluruh tubuh -> darah dari seluruh tubuh kembali ke jantung -> masuk ke serambi kanan -> masuk ke bilik kanan -> dipompa keluar dari jantung menuju paru-paru.

Pembuluh Darah

Pembuluh darah dapat dibagi menjadi 2 yaitu pembuluh nadi dan pembuluh balik

1. Pembuluh nadi (arteri)

Pembuluh nadi adalah merupakan pembuluh darah yang membawa darah keluar dari jantung menuju kapiler. Pembuluh nadi yang paling besar bernama  aorta,yang fungsinya untuk mengalirkan darah dari jantung sebelah kiri menuju ke seluruh lapisan sel tubuh. Pembuluh nadi yang mengalirkan darah dari bilik kanan menuju ke paru-paru disebut dengan arteri paru-paru (arteri pulmonalis).

2. Pembuluh balik (vena)

Pembuluh balik adalah merupakan pembuluh yang mengalirkan darah kembali ke jantung. Vena terdiri atas vena pulmonalis atau pembuluh balik yang mengalirkan darah dari paru-paru menuju ke serambi kiri jantung serta vena cava anterior danvena cava inferior atau  yang mengalirkan darah yang banyak mengandung karbon dioksida dari tubuh bagian atas dan bagian bawah menuju ke serambi kanan jantung.

0 Response to "Materi Transpor Pada Hewan"